Tuesday, October 13, 2009

THE ART OF MIXING & MIXING WITH SSL IN A HYBRID STUDIO

SSL SeminaR : THE ART OF MIXING & MIXING WITH SSL IN A HYBRID STUDIO at Hotel Sunlake Sunter Jakarta Utara
Selasa, 6 Oktober 2009
Presented by : Damian Egan
Position : Development Manager
Company : Sound State Logic- Oxford, UK

Sekilas info tentang Steinberg Asia yang berganti nama menjadi SA Media Pro Pte Ltd.
tadinya Steinberg Asia sebagai perusahaan distribusi Recording Software & Hardware serta distribusi khusus Steinberg, setelah berganti nama menjadi SA Media Pro Pte Ltd mereka merambah juga ke merk selain steinberg & ditambah audio media industri

Tentang SSL Hybrid Studio

Pada awalnya di tahun 1960-an SSL cuma membuat church organ, yang kemudian berkembang membuat mixing console. Console ini dibuat berdasarkan pesanan rekan-rekannya & Laku sekitar 4000 buah.

Tahun 1978 SSL mulai membuat console besar type G dengan fitur-fitur yang ajaib & kemudian dipakai oleh banyak studio besar hampir di seluruh dunia.Fasilitas yang sangat khas SSL saat itu adalah :
1.TOTAL RECALL (load settingan mix lagu yang telah direkam)
2.Stereo Bus Compressor yang khas & dijadikan sebagai standar dalam audio recording

Total terjual mixer SSL sampai saat ini kurang lebih berkisar 400.000 Mixer Console
Untuk Console yang ada di studio besar namun bukan yang terbanyak channelnya yang pernah dibuat adalah console type J dengan 104 channel, sementara yang terbesar pernah dibuat adalah 112 channel.SSL Console ini dapat juga dibuat by order (custom made) berdasarkan kebutuhan si empunya Studio.

Namun dalam jaman seperti sekarang ini yang membuat setiap orang dapat merekam digital studio maka SSL mengembangkan “Duende” untuk menggantikan console yang besar tersebut. Duende ini algoritmanya sama dengan seri C200 digital console. Dan untuk Home Studio dikembangkan lagi Mini Duende yang memiliki kemampuan mengolah suara sama seperti mixing console yang besar. Mini Duende kompatibel dengan semua DAW (Protools, Logic, Cubase, Nuendo, Sonar,dll) yang didalamnya terdapat VST, RTAS, atau AU plugins. Mini Duende memiliki 16 channel dan dapat diupgrade sampai 32 channel.

Harga Mini Duende berkisar 6,8 juta rupiah,memiliki beberapa fitur (included dan optional) :
1. Duende Channel Strip :
SSL console klasik
4-band EQ
variabel low-pass dan high-pass filter
dapat memilih karakter EQ antara E series dan G series

2. Stereo Bus Compressor
Merekatkan suara supaya lebih bertenaga dan nendang

3. Drum Strip
Editing drum

4. Vocal Strip
Editing vokal dengan fitur sebagai berikut : de esser, 3 EQ, de plosser (pengganti pop filter), compader (compressor & expander)
5. X-Eq (equalizer)
6. X-Comp (compressor)
7. X-verb (reverb & delay)

Untuk plugin SSL Mini Duende/Duende V.3 ini dapat menggantikan fungsi mixer yang ada di DAW seperti Protools, Sonar, Cubase dll (summing mixer)

Super Analogue

Dibuat tahun 1994 untuk G series
Ciri-ciri Super Analogue :
1. No transformer, karena bisa menambah distorsi pada frekwensi rendah.
2. No VCA, karena bisa meningkatkan noise.
3. No Capacitor, karena :
1. Bisa meng-EQ sendiri
2. Bisa delay sendiri
3. Lebih cepat panas, maka lebih cepat aus, sehingga lebih sulit untuk perawatannya.

Maka dapat diambil kesimpulan Super Analogue adalah : sumber suara yang terekam dari sourcenya benar-benar murni tidak mengalami proses sama sekali.

X-Rack adalah modul sistem yang dibuat dapat berdasarkan per bagian atau per blok sesuai dengan keinginan kita, terdiri dari 8 modul :
1.X-Rack dengan TOTAL RECALL
2.Dynamic Module
3.Input Module
4.VHD Input Module (harmonic,colouring)
5.EQ module
6.4k EQ Module
7.G series Stereo Bus Compressor
8.MYNX
picture taken from http://solidstatelogic.wordpress.com/ by Damien Egan
Post a Comment